Powered by Blogger.

Blogger templates

Sejarah Desa Tambak Pocok

by - 6:07 AM


(Sumur Air di Dusun Moddung, Desa Tambak Pocok yang sekarang kering)
Moddung adalah salah satu dusun yang berada di desa Tambak Pocok. Adji adalah seseorang yang mempunyai peran penting dalam masyarakat di daerah tersebut. Beliau mempunyai pondok dan santri yang banyak sehingga dijuluki kiyai. Sebelum daerah ini dinamakan Desa Tambak Pocok, tentunya ada sejarah dalam memberi nama “Tambak Pocok”. Sejarah dapat diabadikan dalam hal apapun, khususnya pemberian Nama Desa.
            Konon, zaman dahulu pernah ada sumur yang mengalir sangat deras sehingga tidak dapat menampung aliran airnya. Sumur ini berada di Dusun Moddung hingga sekarang menjadi tempat keramat bagi warga sekitar. Dari saking derasnya, sumur itu mengalir ke aliran sungai yang lebi kecil. Seperti leke, sawah, dan lahan disekitarnya. Karena terus meluap, maka kyai itu memerintahkan kepada santri-santrinya untuk menutup aliran sungai kecil itu agar tidak membanjiri pemukiman dan lahan sekitarnya. Akhirnya santri melaksanakan perintah dari kyai tersebut.

            Lama kemudian, para santri kebingungan untuk menutup aliran sungai itu. Sehingga mendapatkan inisiatif dari warga setempat untuk menutupnya dengan ranting-ranting pohon Pocok. Terjadilah genangan air berupa tambak. Hal inilah yang menjadi sejarah nama Desa “Tambak Pocok” diciptakan.

 (Sumber Air baru yang muncul di Dusun Moddung, Desa Tambak Pocok yang sekarang juga kering)

Di Desa Tambak Pocok ini terdapat 4 Dusun yakni Dusun Banyu Sokkah, Dusun Tanah Merah, Dusun Moddung, dan Dusun Rengbungereng. Keempat dusun tersebut mempunyai sejarah tersendiri dalam memberi nama dusun tersebut.
1. Dusun Banyu Sokkah,
Di salah satu dusun di desa Tambak Pocok terjadi kekeringan yang sangat mencekam. Kemudian datanglah seorang pertapa ke dusun tersebut. Ketika beliau akan sholat, beliau tidak dapat menemukan setetes air pun untuk berwudhu. Karena lelah dan hampir putus asa, akhirnya beliau mengambil inisiatif untuk menggali batu kerikil dengan tongkatnya. Akhirnya dari balik batu keluarlah air yang sangat jernih, kemudian oleh warga di jadikan sumur dan warga sekitarpun banyak mengambil airnya untuk keperluan rumah tangga. Kemudian sumur tersebut diberi nama sumur Sokkah yang berasal dari kata sokka' atau dalam berarti bahasa indonesia menggali.
konon menurut cerita dari masyarakat dan tetap diyakini sampai sekarang, pendatang dari luar yang menetap di Tambak Pocok dan mandi di sumur ini akan menjadi lebih tampan dan rupawan, akan tetapi hal tersebut tidak berlaku kepada masyarakat lokal sendiri karena asal mula dari sumur ini memang muncul karena datangnya petapa dari luar daerah tersebut, dan kini di dekat sumur tersebut berdiri sebuah masjid namanya masjid Al-Mubarok.

2.  Dusun Tanah Merah,
Menurut cerita dari sesepuh Dusun Tanah Merah asal mula nama dusun tersebut diambil dari tanah yang ada di dusun itu yang berwarna merah, karena di desa Tambak Pocok itu sendiri ada beberapa warna tanah. Diantaranya warna merah dan warna kuning (tanah liat).

3. Dusun Moddung,
Dahulu ada seorang kiai dari Jawa datang ke Pulau Madura. Karena kebiasaan orang Madura beranggapan bahwasanya orang Madura yang pergi ke Jawa dikatakan naik, sedangkan orang yang dari Jawa datang ke Madura itu disebut turun/muddun(dalam Bahasa Jawa). Oleh masyarakat sekitar kata muddun disebut dengan kata moddung.

4. Dusun Rengbungereng,

         Dusun Rengbungereng merupakan dusun paling luas daerahnya di desa Tambak Pocok,  Salah satu dusun di Desa Tambak Pocok ini memiliki jalan-jalan serta permukaan tanah yang berbentuk lereng-lereng sehingga warga setempat memberikan nama untuk dusun tersebut Dusun Rengbungereng. 

You May Also Like

0 comments