Powered by Blogger.

Blogger templates

Keripik Sukun “Banyu Putra” Asli Desa Tambak Pocok

by - 7:42 PM

Sukun merupakan salah satu hasil panen Desa Tambak Pocok terbanyak, setelah kacang mete. Dapat kita lihat disepanjang perjalanan khususnya Dusun Rengbungereng dan Dusun Moddung, Tanaman sukun tumbuh lebat. Panen buah sukun di Desa Tambak Pocok terbilang cukup sering dalam setahun, tidak seperti kacang mete yang dapat dipanen 1 kali dalam setahun.
Keripik Sukun "Banyu Putra" Khas Desa Tambaj Pocok

Namun yang menjadi masalah adalah harga jual buah sukun di Desa Tambak Pocok terbilang sangat rendah. 10 buah sukun hanya dijual dengan harga Rp. 3000 – Rp. 5000. Itu artinya 1 buah sukun hanya dijual dengan harga Rp. 3000 – Rp. 5000 rupiah. Hal ini sangat tidak sesuai dengan proses panen yang membutuhkan banyak tenaga. Oleh karena itu, Bu Suhaimi yang biasa dipanggil dengan bu Mamik selaku ibu kepala Desa berinovasi untuk mengolah buah sukun menjadi keripik yang rasanya sangat cocok sebagai cemilan. Rasa yang tersedia untuk keripik sukun yaitu rasa manis dan gurih.
Bu mamik memasarkan produk olahan sukun ini ke toko-toko baik Desa Tambak Pocok dan Desa Sekitar. Selain itu bu mamik juga sudah mulai memasarkan produknya ke toko-toko besar pusat oleh-oleh di Bangkalan. Dengan bantuan mahasiswa KKN 46 UTM, dibuat suatu label makanan untuk memberikan identitas untuk keripik produksi bu mamik. Selain itu, mahasiswa KKN 46 UTM juga memperindah pengemasan produk dengan menggunakan plastik standing pouch sehingga mampu menambah nilai jual produk. Respon yang diberikan oleh langganan bu mamik juga sangat baik. Seringkali bu Mamik kekurangan tenaga untuk memproduksi dan memasarkan produknya ini. Harapannya dengan adanya inovasi ini dapat menggerakkan masyarakat untuk mengolah buah sukun yang bernilai jual tinggi dan dapat memperbaiki perekonomian warga Desa Tambak Pocok.


You May Also Like

0 comments